Orang Bijak Berkata….
18/09/2009
Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian
Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.
Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.
Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.
Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.
Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena
Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.
Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.
Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.
Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. – Nabi Muhammad Saw
Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. ~ Nabi Muhammad SAW
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ~ Nabi Muhammad SAW
Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. ~ Nabi Muhammad SAW
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW
Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas’ud
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ~ Khalifah ‘Ali
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ~ Ibnu Mas’ud
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. ~ Khalifah ‘Ali
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Khalifah ‘Umar
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. ~ Bediuzzaman Said Nursi
Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. ~ Bediuzzaman Said Nursi
[based from ardiz tarakan borneo]
Reality Show Dan Pandangan Masyarakat
19/07/2009
katanya televisi dan masyarakat bersahabat, dan sahabat pasti berani mengkrtikik. masyarakat berhak mengkritik sahabatnya itu dan televisi seharusnya menyadari kritikan sahabatnya.
program tayangan reality show menuai protes dan komplain, tak hanya seputar real atau tidak real lagi. style tipikal reality show yang belakangan ini seragam menjual kemarahan berlebihan hingga disertai kekerasan fisik dan menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat yang kadarnya melebihi dari sekedar meragukan keaslian tanyangan reality show tsb.
berikut ini tanggapan dari kalangan intelektual / akademisi yang mewakili dari masyarakat penikmat tayangan televisi :
keseragaman tayangan ini menjadi lomba antar sasiun tv, lomba mencari perhatian penonton tv. indikasi keseragaman bisa dilihat dari materi yang di suguhkan, tidak jauh dari cari pacar, memata-matai, dan mengetes pacar. lantas bermuara pada melabrak pacar atau wanita penggoda. dan saat ini sudah lebih jauh lagi kepada urusan rumah tangga, suami istri, orang tua melawan anak dan seterusnya. mengumbar aib dan pertengkaran menjadi tayangan yang ditonton oleh seluruh penikmat tv gak peduli apakah itu anak-anak atau orang dewasa.
efeknya buruk tidak serta merta bisa dirasakan tetapi lama kelamaan masyarakat akan sadar bahwa televisi seolah-olah memandang hidup hanya melabrak dan menanggapi labrakan dengan melabrak balik tidak lebih.
kalau mau kembali pada definisi reality show ada yaiu:
1. mendokumentasikan peristiwa apa adanya.
2. merekontruksi peristiwa menurut kronologinya
saat ini reality show malah mengaburkan batasan rekontruksi peristiwa dan seni dokumenter.
garin nugroho (sineas dan pengamat tv)
lalu pertanyaannya sekarang…masih layakkah reality show untuk ditayangkan…? dan apakah tayangan itu mendidik…?

